Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Benua (2) Bumi (5) IT (2) Kebumian (14) MPK (8) Misod (2) global-warming (2) kasus (3) kepramukaan (3) lainnya (2)
Tampilkan postingan dengan label Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebumian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Maret 2010

The Moon's Orbit dan Rotasi



The Earth with its moon, as seen from space. Bumi dengan bulan, seperti yang terlihat dari luar angkasa.
Click on image for full size ( 24K GIF ) Klik pada gambar untuk ukuran penuh (24K GIF)
Image courtesy of NASA. Image courtesy of NASA.
All the planets except Venus and Mercury have moons. Semua planet kecuali Merkurius Venus dan memiliki bulan. The Earth's Moon is the fifth largest in the whole solar system, and is bigger than the planet Pluto. Bumi Bulan adalah kelima terbesar di seluruh tata surya, dan lebih besar daripada planet Pluto. Earth's gravity pulls on the Moon and keeps it in orbit. Gravitasi bumi menarik di Bulan dan menyimpannya di orbit. The Moon's orbit is almost a perfect circle, so the Moon is about 384,400 km away all the time. The Moon's orbit adalah lingkaran nyaris sempurna, sehingga Bulan adalah sekitar 384.400 km jauhnya sepanjang waktu. Although the Sun is really much bigger than the Moon, the Moon is much closer, so it appears to be the same size as the Sun in our sky. Walaupun Matahari benar-benar jauh lebih besar daripada Bulan, Bulan jauh lebih dekat, sehingga tampaknya menjadi ukuran yang sama Matahari di langit kita. A total eclipse occurs when the Moon is in the right position to just cover up the Sun. Sebuah gerhana total terjadi ketika Bulan berada dalam posisi yang tepat untuk hanya menutupi Matahari.

It takes the Moon about 27 days to go around the Earth once. Bulan yang diperlukan sekitar 27 hari untuk pergi mengelilingi Bumi sekali. If you check on the Moon several times during one night, you will notice that it moves relative to the stars around it. Jika Anda memeriksa di Bulan beberapa kali selama satu malam, Anda akan melihat bahwa itu bergerak relatif terhadap bintang-bintang di sekitarnya. As the Moon goes around the Earth, different portions of it are lit up by the Sun, causing lunar phases . Seperti Bulan berjalan mengelilingi bumi, bagian-bagian yang berbeda itu dinyalakan oleh Sun, menyebabkan fase lunar. It takes the Moon one month to go through all its phases. Bulan yang diperlukan satu bulan untuk pergi melalui semua tahapan.

Have you ever heard the term the 'far-side' of the Moon? Apakah Anda pernah mendengar istilah yang 'jauh-side' of the Moon? The Earth's gravity produces tidal forces on the Moon. Gravitasi bumi menghasilkan kekuatan pasang surut di Bulan. This causes the same side of the moon to always face the Earth. Hal ini menyebabkan sisi yang sama bulan untuk selalu menghadap ke bumi. People living on the Earth can never see the 'far-side' of the Moon, unless they go there! Orang yang hidup di bumi tidak pernah bisa melihat 'jauh-side' of the Moon, kecuali jika mereka pergi ke sana! Tidal forces cause many of the moons of our solar system to always face their planets. Kekuatan pasang surut menyebabkan banyak dari bulan-bulan tata surya kita untuk selalu menghadapi planet mereka.


Credits Settings Sponsorship Membership Contact us About the site Site map Help Myths People News Arts, books and film Images and multimedia Tours Life Geology Physics Space weather Space Missions Solar system Astronomy and the Universe Shop for science stuff Games Ask a scientist Journal Comets Dwarfs Neptune Uranus Saturn Jupiter Asteroids Mars Earth Venus Mercury Sun Teacher resources Kids Space Search Home




fase-fase bulan

Bulan (moon) adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya bulan yang dilihat manusia sesungguhnya adalah pantulan/refleksi cahaya matahari yang sampai ke bumi. Setiap saat, posisi bulan relatif terhadap bumi dan matahari mengalami perubahan. Akibatnya, luasan cakram bulan yang terkena sinar matahari setiap saat dan setiap hari mengalami perubahan.

Mula-mula saat bulan baru (new moon), tidak ada cahaya bulan yang nampak. Keesokan harinya bulan sabit tipis (waxing crescent) nampak di ufuk barat sebelum terbenam matahari. Setiap hari, luasan cahaya bulan tersebut terus membesar, hingga setelah kira-kira tujuh hari kemudian mencapai setengah dari luasan cakram bulan. Saat itu disebut first quarter, karena kira-kira umur bulan (moon) adalah seperempat bulan (month). Luasan bulan terus membesar hingga kira-kira 14 hari setelah new moon, luasan cakram bulan mencapai maksimum 100% yang disebut dengan bulan purnama (full moon). Selanjutnya, luasan cahaya cakram bulan mulai mengecil hingga kembali mencapai setengah luasan, yang disebut sebagai fase last quarter. Kemudian bulan kembali berbentuk bulan sabit tipis (waning crescent) yang nampak di ufuk timur sebelum matahari terbit. Akhirnya, bulan kembali mengalami fase bulan baru dan begitu seterusnya.

Fenomena perubahan fase bulan digambarkan dalam Al Quran Surat Yasin:39."Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua". Yang dimaksud dengan 'urjun al-qadim adalah bentuk bulan tua (waning crescent).

Dari paparan di atas, ada empat fase bulan, yaitu

  • 1. Bulan baru (new moon)
  • 2. Seperempat pertama (first quarter)
  • 3. Bulan purnama (full moon)
  • 4. Seperempat akhir (last quarter)

Berikut ini akan dijabarkan metode untuk menghitung waktu terjadinya keempat fase bulan tersebut. Koordinat yang digunakan adalah geosentrik, dimana posisi titik pusat matahari dan bulan diukur dari pusat bumi. Adapun fase-fase bulan secara toposentrik (posisi titik pusat matahari dan bulan diukur dari pengamat di permukaan bumi) Insya Allah akan dibahas pada kesempatan lain, terutama setelah diberikan penjelasan tentang koordinat toposentrik.

Definisi keempat fase bulan berikut ini tidak menggunakan prosentase luasan cahaya cakram bulan, namun selisih antara bujur ekliptika nampak (apparent ecliptical longitude) bulan dan matahari.

  • Fase bulan baru adalah ketika bujur ekliptika bulan = bujur ekliptika matahari.
  • Fase seperempat pertama adalah ketika bujur ekliptika bulan = bujur ekliptika matahari + 90 derajat.
  • Fase bulan purnama adalah ketika bujur ekliptika bulan = bujur ekliptika matahari + 180 derajat.
  • Fase seperempat akhir adalah ketika bujur ekliptika bulan = bujur ekliptika matahari + 270 derajat.

Berikut ini akan dijelaskan algoritma Meeus dalam menentukan fase-fase bulan. Proses perhitungannya agak panjang sehingga beberapa bagian akan dilewati. Seperti biasa, penulis juga melengkapinya dengan file Excel.

  • Untuk tahun hijriyah Y dan bulan hijriyah B, maka lunasi (k0) = 12*Y + B - 17050. Nilai k0 sudah pasti harus berupa bilangan bulat.
  • Untuk bulan baru, k = k0.
  • Untuk seperempat pertama, k = k0 + 0,25.
  • Untuk bulan purnama, k = k0 + 0,50.
  • Untuk seperempat akhir, k = k0 + 0,75.
  • Nilai k = 0 bersesuaian dengan bulan baru tanggal 6 Januari 2000.
  • Selanjutnya T = k/1236,85.

Dari nilai k dan T di atas, dapat dihitung empat buah sudut di bawah ini (M, M', F dan Omega) yang bersatuan derajat. Selanjutnya dihitung pula 14 buah argumen planet berikut ini (A1 - A14) yang juga bersatuan derajat. Rumus empat buah sudut serta empat belas argumen planet terdapat di lampiran di bagian bawah tulisan ini.

Berikutnya dapat dihitung waktu rata-rata fase bulan yang belum terkoreksi dinyatakan dalam Julian Day Ephemeris adalah (waktu dalam TD). Demikian juga dapat dihitung koreksi-koreksi untuk semua fase (bersatuan hari). Koreksi-koreksi tersebut mencakup koreksi argumen planet, koreksi bulan baru, koreksi bulan purnama, koreksi fase quarter, serta koreksi W. Rumus waktu rata-rata fase bulan tak terkoreksi serta rumus-rumus koreksinya terdapat pada lampiran di bawah.

Akhirnya waktu-waktu untuk empat fase bulan (dinyatakan dalam Julian Day Ephemeris JDE bersatuan TD) dengan memperhitungkan semua faktor koreksi dirumuskan sebagai berikut.

  • JDE bulan baru terkoreksi = JDE bulan baru rata-rata + Koreksi argumen planet + Koreksi Bulan Baru.
  • JDE fase seperempat pertama terkoreksi = JDE fase seperempat pertama rata-rata + Koreksi argumen planet + Koreksi Fase Quarter + W.
  • JDE bulan purnama terkoreksi = JDE bulan purnama rata-rata + Koreksi argumen planet + Koreksi Bulan Purnama.
  • JDE fase seperempat akhir terkoreksi = JDE fase seperempat akhir rata-rata + Koreksi argumen planet + Koreksi Fase Quarter - W.

Waktu-waktu di atas masih dalam Dynamical Time (TD). Agar dinyatakan dalam Universal Time (UT) atau GMT, maka waktu dalam TD harus dikurangi dengan Delta_T. Akhirnya, rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat didownload di

http://www.4shared.com/file/124301305/39f0c820/fase-bulan.html

Contoh: Hitunglah keempat fase bulan (moon phases) untuk bulan Ramadhan (Ramadhan month) 1430 H.

Jawab:

  • Ramadhan = bulan ke 9, maka B = 9.
  • Lunasi (k0) = 12*1430 + 9 - 17050 = 119.
  • Untuk bulan baru, k = 119 dan T = 0,0962121518.
  • Untuk seperempat pertama, k = 119,25 dan T = 0,0964142782.
  • Untuk bulan purnama, k = 119,50 dan T = 0,0966164046.
  • Untuk seperempat akhir, k = 119,75 dan T = 0,0968185309.

Untuk menyingkat pembahasan, penulis tidak perlu menuliskan angka sudut M, M', F, Omega serta keempat belas argumen planet. Penulis langsung kepada nilai Julian Day dan koreksi-koreksinya.

  • JDE bulan baru rata-rata = 2455064,237725.
  • JDE seperempat pertama rata-rata = 2455071,620372.
  • JDE bulan purnama rata-rata = 2455079,003019.
  • JDE seperempat akhir rata-rata = 2455086,385666.
  • Koreksi argumen planet untuk bulan baru = -0,000226 hari.
  • Koreksi argumen planet untuk seperempat pertama = -0,000208 hari.
  • Koreksi argumen planet untuk bulan purnama = -0,000192 hari.
  • Koreksi argumen planet untuk seperempat akhir = -0,000180 hari.
  • Koreksi bulan baru = -0,319038 hari.
  • Koreksi seperempat pertama = -0,631983 hari.
  • Koreksi bulan purnama = 0,166378 hari.
  • Koreksi seperempat akhir = 0,209544 hari.

Akhirnya JDE untuk keempat fase adalah sebagai berikut.

  • JDE terkoreksi bulan baru = 2455063,918461.
  • JDE terkoreksi seperempat pertama = 2455070,988182.
  • JDE terkoreksi bulan purnama = 2455079,169205.
  • JDE terkoreksi seperempat akhir = 2455086,595031.

Nilai Delta_T yang bersesuaian dengan tahun 2009 bulan Agustus adalah sekitar 66,5 detik atau 0,000770 hari. Nilai Julian Day (JD) dalam satuan UT adalah JDE dikurangi Delta_T. Akhirnya diperoleh nilai JD untuk masing-masing fase. Cara mengkonversi JD menjadi penanggalan Masehi/Gregorian sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul KALENDER JULIAN, KALENDER GREGORIAN dan JULIAN DAY. Selanjutnya, jika JD dalam UT atau GMT tersebut dikonversi menjadi penanggalan Gregorian (Masehi), hasilnya adalah sebagai berikut.

  • Fase bulan baru untuk Ramadhan 1430 H = JD 2455063,917691 = 20 Agustus 2009 pukul 10:01:28 UT.
  • Fase seperempat pertama untuk Ramadhan 1430 H = JD 2455070,987412 = 27 Agustus 2009 pukul 11:42:52 UT.
  • Fase bulan purnama untuk Ramadhan 1430 H = JD 2455079,168435 = 4 September 2009 pukul 16:02:33 UT.
  • Fase seperempat akhir untuk Ramadhan 1430 H = JD 2455086,594261 = 12 September 2009 pukul 02:15:44 UT.

Hasil di atas, jika dibandingkan dengan perhitungan NASA, memberikan hasil yang praktis sama. Perhitungan NASA dengan satuan waktu terkecil adalah menit memberikan hasil berturut-turut 20 Agustus 10:01, 27 Agustus 11:42, 4 September 16:03 dan 12 September 02:16.

Secara umum, perhitungan yang penulis susun dalam file Excel di atas menggunakan algoritma Meeus praktis sama dengan hasil perhitungan NASA, baik dalam ratusan tahun yang lalu, maupun ratusan tahun ke depan. Sebagai contoh, file MS Excel memberikan hasil fase-fase bulan untuk bulan Muharram 1200 H berturut-turut adalah 2 Nopember 1785 pukul 3:25:30 UT, 9 Nopember 1785 pukul 19:34:47 UT, 16 Nopember 1785 pukul 10:35:14 UT dan 23 Nopember 1785 pukul 16:59:36 UT. Sementara NASA memberikan hasil 2 Nopember 1785 pukul 3:26 UT, 9 Nopember 1785 pukul 19:35 UT, 16 Nopember 1785 pukul 10:35 UT dan 23 Nopember 1785 pukul 17:00 UT. Adapun untuk waktu yang lebih lampau lagi, ada perbedaan beberapa menit yang disebabkan oleh perbedaan formula untuk menentukan Delta_T atau perbedaan suku-suku koreksi. Sebagai contoh, file MS Excel memberikan hasil bulan baru (konjungsi) untuk bulan Muharram 1 H adalah 14 Juli 622 M pukul 5:21:55 UT, sedangkan NASA memberikan hasil 14 Juli 622 M pukul 5:26 UT. Perbedaan sekitar 5 menit ini untuk menentukan waktu fase bulan yang terjadi sekitar 1500 tahun yang lalu dapatlah dimaklumi.

Hasil di atas juga dapat dicek dengan menghitung bujur ekliptika nampak (lambda) bulan dan bujur ekliptika nampak (lambda) matahari. Penulis juga sudah menyusun file MS Excel untuk menentukan posisi bulan dan matahari berdasarkan algoritma Meeus. Dalam kesempatan ini, penulis hanya akan menyampaikan hasilnya saja terkait dengan fase bulan di atas, namun penjelasannya Insya Allah diberikan pada kesempatan lain. Hasilnya:

  • Fase Bulan baru terjadi pada 20 Agustus 2009 pukul 10:01:27 UT, yaitu ketika lambda bulan = lambda matahari = 147:31:34 derajat.
  • Fase seperempat pertama terjadi pada pukul 27 Agustus 2009 pukul 11:41:58 UT, yaitu ketika lambda bulan = 244:20:38 derajat dan lambda matahari = 154:20:38 derajat. Berarti lambda bulan mendahului lambda matahari sebesar 90 derajat.
  • Fase bulan purnama terjadi pada 4 September 2009 pukul 16:02:36 UT, yaitu ketika lambda bulan = 342:15:23 derajat dan lambda matahari = 162:15:23 derajat. Berarti lambda bulan mendahului lambda matahari sebesar 180 derajat.
  • Fase seperempat akhir terjadi pada pukul 12 September 2009 pukul 2:15:40 UT, yaitu ketika lambda bulan = 79:27:55 derajat (atau 439:27:55 derajat) dan lambda matahari = 169:27:55 derajat. Berarti lambda bulan mendahului lambda matahari sebesar 270 derajat.

Jika kita bandingkan hasil fase-fase bulan di atas, ternyata hasilnya cukup baik dan praktis sama. Fase bulan baru, seperempat pertama, bulan purnama dan seperempat akhir masing-masing berturut-turut hanya berbeda 1, 6, 3 dan 4 detik. Perbedaan yang hanya beberapa detik ini disebabkan oleh pengabaian suku-suku koreksi yang sangat kecil.

Pada rumus JDE rata-rata, terdapat angka sebesar 29,530588853 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Ini adalah waktu rata-rata bulan sinodik, atau waktu rata-rata dari satu bulan baru ke bulan baru berikutnya. Meskipun, dengan banyaknya faktor koreksi dari pergerakan maatahari, bumi dan planet lainnya, rentang waktu antara satu bulan baru ke bulan baru berikutnya bervariasi dari angka tersebut di atas. Misalnya, dengan menggunakan file MS Excel di atas, fase bulan baru untuk awal Ramadhan 1430 H terjadi pada 20 Agustus 2009 pukul 10:01:28 UT, sedangkan untuk awal bulan Syawal 1430 H, fase bulan baru terjadi pada 18 September 2009 pukul 18:44:19 UT. Jadi rentang waktu antara kedua fase bulan baru tersebut adalah 29 hari 8 jam 42 menit 51 detik, atau lebih cepat sekitar 4 jam dari angka rata-rata di atas.

Karena waktu rata-rata bulan sinodik di atas adalah sekitar 29,5 hari, maka lama satu bulan Islam hanya ada dua kemungkinan, yaitu 29 hari atau 30 hari. Tidak pernah satu bulan Islam berumur 28 atau 31 hari.

Mungkin ada yang bertanya, dari manakah angka rata-rata satu bulan sinodik sebesar 29,530588853 hari. Ketika pada fase bulan baru tertentu, lambda bulan = lambda matahari, maka pada fase bulan baru berikutnya meskipun lambda bulan tetap sama dengan lambda matahari, sebenarnya selisihnya adalah sebesar 360 derajat. Kita tahu bahwa 360 derajat = 0 derajat sehingga lambda bulan tetap sama dengan lambda matahari. Jadi, satu bulan sinodik adalah waktu yang diperlukan agar lambda bulan mendahului lambda matahari sebesar 360 derajat. Angkanya dapat diperoleh berikut ini.

Rumus bujur rata-rata bulan = 218,3164591 + 481267,88134236*T - 0,0013268*T*T + T*T*T/538841 - T*T*T*T/65194000. Sementara rumus bujur rata-rata matahari adalah = 280,46645 + 36000,76983*T + 0,0003032*T*T. Disini, kecepatan bujur rata-rata bulan dan matahari berturut-turut adalah 481267,88134236 dan 36000,76983 (satuan derajat per abad). Selisih kecepatan bujur keduanya adalah 445267,11151236 derajat per abad. Maka 360 derajat membutuhkan waktu 360/445267,11151236 abad = (360/445267,11151236)*36525 hari = 29,530588853 hari.

Demikianlah sedikit ulasan tentang fase-fase bulan, semoga bermanfaat.

DR. Rinto Anugraha (Dosen Fisika UGM).

----------------------------------------

Lampiran Rumus-rumus

Rumus empat sudut (M, M', F dan Omega):

  • M = 2,5534 + 29,10535669*k - 0,0000218*T*T - 0,00000011*T*T*T.
  • M' = 201,5643 + 385,81693528*k + 0,0107438*T*T + 0,00001239*T*T*T - 0,000000058*T*T*T*T.
  • F = 160,7108 + 390,67050274*k - 0,0016341*T*T - 0,00000227*T*T*T + 0,000000011*T*T*T*T.
  • Omega = 124,7746 - 1,5637558*k + 0,0020691*T*T + 0,00000215*T*T*T.

Rumus empat belas sudut argumen planet (A1 sampai dengan A14):

  • A1 = 299,77 + 0,107408*k - 0,009173*T*T.
  • A2 = 251,88 + 0,016321*k.
  • A3 = 251,83 + 26,651886*k.
  • A4 = 349,42 + 36,412478*k.
  • A5 = 84,66 + 18,206239*k.
  • A6 = 141,74 + 53,303771*k.
  • A7 = 207,14 + 2,453732*k.
  • A8 = 154,84 + 7,30686*k.
  • A9 = 34,52 + 27,261239*k.
  • A10 = 207,19 + 0,121824*k.
  • A11 = 291,34 + 1,844379*k.
  • A12 = 161,72 + 24,198154*k.
  • A13 = 239,56 + 25,513099*k.
  • A14 = 331,55 + 3,592518*k.

Rumus Waktu rata-rata fase bulan yang belum terkoreksi dinyatakan dalam Julian Day Ephemeris adalah (waktu dalam TD)

JDE = 2451550,09765 + 29,530588853*k + 0,0001337*T*T - 0,00000015*T*T*T + 0,00000000073*T*T*T*T.

Rumus koreksi waktu fase bulan:

Koreksi argumen planet = [325*SIN(A1) + 165*SIN(A2) + 164*SIN(A3) + 126*SIN(A4) + 110*SIN(A5) + 62*SIN(A6) + 60*SIN(A7) + 56*SIN(A8) + 47*SIN(A9) + 42*SIN(A10) + 40*SIN(A11) + 37*SIN(A12) + 35*SIN(A13) + 23*SIN(A14)]/1000000.

Koreksi Bulan Baru = [-40720*SIN(M') + 17241*E*SIN(M) + 1608*SIN(2*M') + 1039*SIN(2*F) + 739*E*SIN(M'-M) - 514*E*SIN(M'+M) + 208*E*E*SIN(2*M) - 111*SIN(M'-2*F) - 57*SIN(M'+2*F) + 56*E*SIN(2*M'+M) - 42*SIN(3*M') + 42*E*SIN(M+2*F) + 38*E*SIN(M-2*F) - 24*E*SIN(2*M'-M) - 17*SIN(Omega) - 7*SIN(M'+2*M) + 4*SIN(2*(M'-F)) + 4*SIN(3*M) + 3*SIN(M'+M-2*F) +3*SIN(2*(M'+F)) - 3*SIN(M'+M+2*F) + 3*SIN(M'-M+2*F) - 2*SIN(M'-M-2*F) - 2*SIN(3*M'+M) + 2*SIN(4*M')]/100000.

Koreksi Bulan Purnama = [-40614*SIN(M') + 17302*E*SIN(M) + 1614*SIN(2*M') + 1043*SIN(2*F) + 734*E*SIN(M'-M) - 515*E*SIN(M'+M) + 209*E*E*SIN(2*M) - 111*SIN(M'-2*F) - 57*SIN(M'+2*F) + 56*E*SIN(2*M'+M) - 42*SIN(3*M') + 42*E*SIN(M+2*F) + 38*E*SIN(M-2*F) - 24*E*SIN(2*M'-M) - 17*SIN(Omega) - 7*SIN(M'+2*M) + 4*SIN(2*(M'-F)) + 4*SIN(3*M) + 3*SIN(M'+M-2*F) +3*SIN(2*(M'+F)) - 3*SIN(M'+M+2*F) + 3*SIN(M'-M+2*F) - 2*SIN(M'-M-2*F) - 2*SIN(3*M'+M) + 2*SIN(4*M')]/100000.

Koreksi Fase Quarter= [-62801*SIN(M') + 17172*E*SIN(M) + 862*SIN(2*M') + 804*SIN(2*F) + 454*E*SIN(M'-M) - 1183*E*SIN(M'+M) + 204*E*E*SIN(2*M) - 180*SIN(M'-2*F) - 70*SIN(M'+2*F) + 27*E*SIN(2*M'+M) - 40*SIN(3*M') + 32*E*SIN(M+2*F) + 32*E*SIN(M-2*F) - 34*E*SIN(2*M'-M) - 28*E*E*SIN(M'+2*M) - 17*SIN(Omega) + 2*SIN(2*(M'-F)) + 3*SIN(3*M) + 3*SIN(M'+M-2*F) +4*SIN(2*(M'+F)) - 4*SIN(M'+M+2*F) + 2*SIN(M'-M+2*F) - 5*SIN(M'-M-2*F) - 2*SIN(3*M'+M) + 4*SIN(M'-2*M)]/100000.

Koreksi W = [306 - 38*E*COS(M) + 26*COS(M') - 2*COS(M' - M) + 2*COS(M' + M) + 2*COS(2*F)]/100000.




Rabu, 20 Januari 2010

"Gejala Vulkanisme"

1. Gejala vulkanisme.
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.
Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.
Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Sampai di sini apakah anda dapat memahami. kalau anda sudah memahami mari ikuti penjelasan berikutnya!

1.1 Intrusi magma
intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batu-batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:
a) Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
b) Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
c) Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela sela lipatan (korok).
d) Diaterma adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi bentuknya seperti silinder memanjang.

1.2 Ekstrusi magma

Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar Permukaan bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi bila tekanan Gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi . Ekstrusi magma dapat di bedakan Menjadi:
a) Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi, berbentukKerucut gunung api.
b) Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri.
c) Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi karena letak Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi, sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas.
Gunung merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak.
Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk karena adanya tenaga endogen.
Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi.

Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a) Gunungapi strato atau kerucut.
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung api kerucut. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.
b) Gunung api maar.
Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya Klakah.
c) Gunung api perisai
Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.

pada umumnya bentuk gunung berapi di Indonesia adalah strato (kerucut). Gunung berapi yang pernah meletus, umunya berpuncak datar. Oleh karena itu, di Indonesia sering terjadi peristiwa gunung meletus. Magma yang keluar ke permukaan bumi ada yang padat cair dan gas. Material yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut, antara lain:
1) Eflata (material padat) berupa lapili, kerikil, pasir dan debu.
2) Lava dan lahar, berupa material cair.
3) Eksalasi (gas) berupa nitrogen belerang dan gas asam.

Ciri ciri gunung api yang akan meletus, antara lain:
1) Suhu di sekitar gunung naik.
2) Mata air mejadi kering
3) Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang kadang disertai getaran (gempa)
4) Tumbuhan di sekitar gunung layu, dan
5) Binatang di sekitar gunung bermigrasi.

Tanda tanda ini menandakan intrusi magma yang terus mendesak ke permukaan, apabila desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan gunung berapi. Setelah terjadi letusan Gunung itu mengalami istirahat, tetapi aktifitas gunung tersebut masih berlangsung, sehingga suatu saat dapat mengeluarkan suatu tanda tanda aktif kembali. Peristiwa vulkanik yang terdapat pada gunung berapi setelah meletus (post vulkanik), antara lain:

1) terdapatnya sumber gas H2 S, H2O,dan CO2.
2) Sumber air panas atau geiser.
Sumber gas ini ada yang sangat berbahaya bagi kehidupan. Bahkan dapat mematikan misalnya yang terjadi pada Kawah Sinila (Dieng) disamping berbahaya, gejala post vulkanik bermanfaat juga bagi kehidupan manusia. bahkan dapat juga dijadikan objek wisata , Misalnya air panas dan kawah gunung berapi.

Danau vulkanik
Setelah gunung merapi meletus atas kepundannya yang kedap air dapat menampung air dan membetuk danau. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung yang kuat sehingga menghancurkan bagian puncaknya, kemudian membentuk sebuah cekungan besar, cekungan menampung air dan membentuk danau.
Contoh danau vulkanik, antara lain: danau di pucak gunung lokon di Sulawesi Utara dan Danau Kelimutu di Flores.

Manfaat dan kerugian vulkanisme
Peristiwa vulkanik selain memberikan manfaat juga dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa. Keuntungan yang kita peroleh setelah vulkanisme berlangsung antara lain:

1) Objek wisata berupa kawah (Kawah gunung Bromo ), sumber air panas yang memancar (Yellowstone di Amerika Serikat, dan Pelabuhan Ratu di Cisolok), sumber air mineral (Maribaya di Jawa Barat dan Baturaden di Jawa Tengah)
2) Sumber energi panas bumi misalnya di kamojang, Jawa Barat.
3) Tanah subur yang akan diperoleh setelah beberapa tahun kemudian.

Kerugian yang kita alami terutama adalah berupa jiwa dan harta benda, karena:

1) Gempa bumi yang dapat ditimbulkanya dapat merusak bangunan.
2) Kebakaran hutan akibat aliran lava pijar.
3) Tebaran abu yang sangat tebal dan meluas dapat merusak kesehatan dan mengotori sarana yang ada.

2. Bentuk muka bumi akibat diatropisme
Diatropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan lipatan dan retakan retakan. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya tenaga tektonik.
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun vertikal. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa).
Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.


"Stuktur Batuan Muka Bumi"

1.Batuan Penyusun Lithosfer
a. Batuan beku
b. Batuan sedimen
c. Batuan metamorf

Semua batuan pada mulanya dari magma
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.

Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.

Untuk lebih memahami jenis-jenis batuan perhatikan uraian berikut:

a. Batuan Beku
Ada dua macam batuan beku, yaitu batuan beku dalam (contohnya batu granit), dan batuan beku luar (contohnya batu andesit.)
Untuk Mengetahui ketepatan batuan jenis batuan harus dilakukan uji laboratorium dengan menggunakan mikroskop untuk melihat bentuk kristal batuanya.

b. Batuan sedimen

Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan sedimen organic. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku, contohnya breksi, konglomerat dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu pelarutan, contohnya batu kapur dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu gamping dan koral.

c. Batuan Malihan (Batuan Metamorf)

Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk. Contohnya kapur (kalsit) berubah menjadi marmer, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit.

2. Pemanfaatan lithosfer
Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Lithosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer.
Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah.
Melihat manfaat Litthosfer yang demikian besar tersebut sepantasnyalah kita selalu bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

3. Bentuk muka bumi sebagai akibat proses vulkanisme dan diatropisme.
Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri.
Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang dibangun atas tenaga endogen.
Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme, sedangkan tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan.
Tenaga eksogen antara lain meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).



" 6 Benua 5 samudera ? "

"Dalam keadaan tanpa disadari, minim sekali perubahan geologi yang bisa diamati manusia hanya dengan berdasarkan masa hidupnya yang singkat ini, adapun mengenai fenomena-fenomena pergerakan darat dan munculnya samudera hanya dapat diketahui dari buku. Namun, beberapa orang yang beruntung mungkin dapat menyaksikan sendiri fenomena yang tidak dapat diamati manusia awam dalam proses sejarah yang panjang selama jutaan tahun itu, diprediksi kelak tak lama lagi akan muncul 6 benua dan 5 samudera di bumi.

Menurut sebuah harian pagi Rusia, bahwa tidak lama lagi permukaan bumi yang kita ketahui mungkin akan mengalami perubahan yang fantastis. Para ahli geologi dari Universitas Addis Ababa, Ethiopia mungkin beruntung menjadi saksi atas perubahan ini. Di bumi saat ini terdapat 4 samudera besar yakni Samudera Pasifik, Atlantik, Hindia dan Lautan Kutub Utara. Sarjana zaman dahulu pernah meramalkan, bahwa setelah puluhan juta tahun, di bumi akan muncul samudera ke-5, samudera yang baru akan muncul di wilayah daratan Benua Afrika, dan akan membelah daratan secara keseluruhan menjadi dua bagian barat dan timur.

Ramalan ini mungkin terbukti: sejak September tahun lalu, tim survei Internasional yang dibentuk peneliti sejumlah negara dari Amerika Serikat, Ethiopia dan Eropa menemukan muara patahan raksasa sepanjang hampir 60 km di wilayah padang pasir Afar sebelah timur Ethiopia. Muara patah ini melintasi Ethiopia dan Eritrea, Djibouti berada di daerah perbatasan susunan lempeng Arab dan Afrika, dan dari tahun ke tahun lempeng-lempeng ini secara tanpa disadari saling terpisah. Pimpinan penelitian ini, Dereje Ayalew dari Universitas Addis Ababa menuturkan, bahwa itu adalah tanda-tanda akan munculnya samudera baru, muara patah yang maha besar ini besar kemungkinan akan menjadi samudera ke-5 di bumi. Ini merupakan hal baru dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Pada 14 September tahun lalu, terjadi sebuah gempa besar di sana, hanya dalam hitungan detik dan dengan pengamatan dari atas pesawat berhasil mengamati tanah yang merekah di hadapan mereka. Sebuah celah yang lebar memotong palung lengkung ini. Hanya dalam 3 pekan setelah gempa, daerah gurun yang gersang tersebut lalu membentuk sebuah celah besar dengan lebar 4 meter, namun, perubahan mendadak ini masih jauh dari akhir.

Lahar yang disemburkan dari kawasan tertentu berangsur-angsur membentuk lapisan batuan basal (merupakan pembekuan lava), lahar yang beku sangat mirip dengan struktur lereng gunung bawah air. Menurut prediksi para geolog, saat penampang mencapai laut merah, maka air laut akan menenggelamkan kawasan tersebut, selanjutnya samudera yang baru akan muncul. Saat itu, peta dunia akan berubah berupa 5 samudera 6 benua. "



Lahar yang disemburkan dari kawasan tertentu berangsur-angsur membentuk lapisan batuan basal (merupakan pembekuan lava), lahar yang beku sangat mirip dengan struktur lereng gunung bawah air. Menurut prediksi para geolog, saat penampang mencapai laut merah, maka air laut akan menenggelamkan kawasan tersebut, selanjutnya samudera yang baru akan muncul. Saat itu, peta dunia akan berubah berupa 5 samudera 6 benua.


"Apakah Pagea Adalah Benua Tertua?"

->Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea. Kemudian 50 juta tahun kemudian, sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

->Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

->Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator. Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka dua-duanya saling berlomba menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

->Uraian sejarah terbentuknya benua di atas tidaklah menunjukkan bahwa Pangaea merupakan superkontinen tertua dalam sejarah bumi. Umur bumi sendiri sekitar 4.6 milyar tahun. Sedangkan batuan tertua berumur 3.5 milyar tahun. Tentunya ada sejarah superkontinen juga sebelum Pangaea. Hanya saja, merekonstruksi kejadian geologi pada masa yang sangat lampau, seperti Zaman Pra-Kambrium, sangatlah sulit. Data-data geologi lampau tersebut tentunya sudah tertutupi atau terganggu proses geologi yang datang kemudian. Sehingga periode sebelum Pangaea kebanyakan masih berupa hipotesa yang terbuka bagi banyak penafsiran.

->Ada Superkontinen Laurussia, Laurentia dan Baltika yang berumur Kambrium. Lebih tua lagi ada Superkontinen Pannotia dan Rodinia yang berumur Pra-Kambrium. Namun untuk merekonstruksi detail semua superkontinen tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah.

->Tentunya rekonstruksi detail minimal meliputi bentuk, batas-batas pinggirnya, posisi, arah pergerakannya dan umurnya. Hal seperti ini yang sulit. Dan tentunya akan banyak perdebatan mengenai detail tersebut. Rekonstruksi yang dimulai dari Pangaea pada saat ini relatif sudah diterima luas oleh masyarakat ilmiah.


Menjauhnya Orbit Bulan dari Bumi Mempengaruhi Stabilitas Iklim

"Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.

”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.

Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.

Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.

Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan. ”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.

Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.


Minggu, 04 Oktober 2009

Litosfer....

A Struktur Lapisan Kulit Bumi (litosfer)

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan. lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja, berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya.

Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:

a Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang
tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.

b Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.

c. Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.


Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:

1 Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jeni sbatuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.
batuan metamorf yaitu batuan yang berubah bentuknya akibat pengaruh tekanan, temperatur dan waktu.
batuan sedimen yaitu batuan yang terjadi dari hasil proses pengendapan.
Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:
- Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
- Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra


2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

10 GEJALA GLOBAL WARMING!!!

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.


* Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

* Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

* Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.

* Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.

* Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.

* Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

* Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

* Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

* Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

* Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Proses Terbentuknya Muka Bumi

"Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca.

Kesimpulan
Ada dua kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan mengenai proses terbentuknya bumi, yaitu:

1. Bumi berasal dari suatu gumpalan kabut raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi Bima Sakti, lalu sistem tata surya.Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendingin dan memadat sehingga terbentuklah bumi.

2. Tiga tahap proses pembentukan bumi, yaitu mulai dari awal bumi terbentuk, diferensiasi sampai bumi mulai terbagi ke dalam beberapa zona atau lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi."

Minggu, 06 September 2009

Air Bukan Hanya Ada di Bumi Saja

"Phoenix Lander, sebuah pesawat robot dalam sebuah misi eksplorasi ruang angkasa di planet Mars dibawah Program Scout Mars, telah memulai misi pencarian air di planet Mars sejak akhir Mei 2008. Meskipun dengan upaya terbaik yang telah dilakukan oleh para ilmuwan NASA, robot bertenaga surya ini belum menemukan apa-apa melainkan es. Robot ini telah mengkonfirmasikan ke para ilmuwan NASA bahwa zat berwarna putih yang ditemukan saat menggali sebuah parit pada tanggal 15 juni adalah es cair. Berikut tanya jawab seputar perkembangan yang telah dicapai oleh misi Phoenix Lander sejauh ini dalam perburuan air di planet merah.

->Apakah bisa dipastikan bahwa ada air di planet Mars?

Keberadaan air di planet Mars tidak diragukan. Phoenix telah menemukan es cair pada bulan Juli, tepat hanya lima sentimeter ke bawah permukaan, dan uap air telah dideteksi di lingkungan atmosfir planet Mars. Yang belum ditemukan sampai saat ini adalah air sesungguhnya, yang penting untuk proses transfer dan fungsi protein dalam sel-sel, sehingga jika air sejati ini telah ditemukan maka kehidupan di planet Mars akan segera terwujud. David Catling, seorang anggota tim sains untuk misi Phoenix ini yang berkedudukan di Universitas Bristol, mengatakan dia yakin bahwa air yang dicari-cari tersebut benar-benar ada. "Jika kita menggali lebih jauh ke bawah permukaan − seperti halnya di planet bumi jika kita menggali ke bawah sampai mendapatkan terowongan mineral − maka suhu akan menjadi panas. Dan begitu juga di planet Mars, jika kita terus ke bawah permukaan pada akhirnya kita akan menemukan temperatur dimana keberadaan air sejati sangat mungkin, tanpa memperhitungkan suhu pada permukaan."

->Bagaimana dengan air permukaan? Bukankah telah ditemukan oleh pesawat pengorbit?

Sebenarnya belum. Pesawat Surveyor Global NASA, yang diluncurkan pada tahun 1996, menemukan sesuatu yang terlihat seperti tanah beku dan selokan-selokan purbakala, serta tanda-tanda aliran air yang belum lama berselang. Tetapi bahkan jika ada air sejati, Phoenix mungkin mendarat di tempat yang tidak tepat sehingga tidak menemukannya. Robot ini sekarang sedang menjelajahi bagian planet Mars yang sama dengan Lingkar Arktik di bumi, dimana Cattling mengatakan tidak mungkin menemukan genangan air di sana. Akan tetapi, seharusnya mungkin untuk menemukan lapisan-lapisan air tidak membeku yang sangat tipis, yang menempel pada butiran-butiran tanah. "Tetapi ini tidak berarti bahwa air-air tersebut bisa diserap oleh sel," kata Jorge Vago, anggota proyek misi eksplorasi European Space Agency’s ExoMars.

->Lalu apa yang sudah ditemukan dari misi Phoenix ini?

"Sebelum Phoenix, kita sudah tahu ada air di planet Mars, tetapi kita tidak mengetahui seberapa dalam air tersebut terdapat di bawah permukaan," kata Catling. "Jadi karena kita telah menemukan es tepat di bawah permukaan (hanya 5 cm ke bawah), maka kita bisa pastikan bahwa jika manusia akan pergi ke planet Mars, mereka bisa mendapatkan es cair tanpa harus menggali sangat jauh ke bawah permukaan." Laboratorium kimia basah yang sudah terpadu dengan robot Phoenix, yang mencampurkan tanah planet Mars dengan air Bumi untuk menganalisis komponen-komponen terlarut, juga telah menemukan bahwa tanah tersebut mengandung garam-garam yang larut menghasilkan ion-ion natrium, magnesium, klorida, kalsium dan perklorat. Karena air asin bisa tetap cair di bawah suhu nol, maka para ilmuwan berpendapat mereka mampu menemukan lapisan-lapisan bergaram bahkan pada kondisi-kondisi planet Mars yang kurang bersahabat.

->Jadi apakah ada peluang bahwa kita masih bisa menemukan air sesungguhnya?

Salah satu masalah utama yang dihadapi Phoenix sekarang ini adalah bahwa musim panas di planet Mars sudah mendekati berakhir, berarti jumlah sinar matahari untuk bahan bakar robot ini akan semakin berkurang. Tetapi dengan membenamkan kuar (probe) konduktivitasnya lebih jauh ke dalam tanah, atau di tempat lain di permukaan, para ilmuwan masih bisa mendeteksi air − pembacaan sinyal akan menunjukkan konduktivitas listrik yang tinggi. Phoenix juga membawa delapan oven kecil − masing-masing hanya berjarak beberapa milimeter − empat diantaranya harus diisi dengan tanah. Jika air terdapat pada salah satu dari empat sampel akhirnya, maka air itu akan tertinggal sebagai uap. Dan, menurut Vago, masih ada kemungkinan bahwa NASA akan membawa pulang data-data penting. "Ketika para ilmuwan menemukan sesuatu yang mereka anggap menarik, mereka menyukai untuk menelitinya sampai ribuan kali, sehingga anda tidak akan pernah tahu," kata dia.

Lempeng Bumi


->Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.

->Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:
->Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
->Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen
->Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang.

Kamis, 27 Agustus 2009

10 ide unik mengatasi global warming


1. Melingkari bumi dengan kaca pemantul sinar

Ketika anda sedang berada di pantai, anda mungkin ingin menghindari silaunya sinar matahari dengan memakai kacamata hitam atau sebuah topi. Beberapa ilmuwan mengusulkan strategi serupa dalam menurunkan pemanasan global: membuat sebuah cincin pemantul sinar matahari dan debua angkasa di orbit sekitar daerah khatulistiwa.

Ide ini akan menurunkan jumlah radiasi sinar matahari yang mengenai planet dan beberapa pemicu gas rumah kaca. Ide liar ini akan berbiaya sangat mahal, dengan potensi harga sekitar trilyunan dollar Amerika.




2. Mengisi laut dengan material besi

Ini adalah ide dasarnya: proses fotosintesis plankton memerlukan karbon dioksida dari udara untuk membuat makanan. Ketika plankton mati, mereka akan tenggelam ke dasar lautan bersama dengan karbon yang di hisapnya.

Karena besi merangsang pertumbuhan plankton, beberapa orang menyatakan untuk memupuk lautan dengan material besi untuk menciptakan banyak plankton yang dapat menghisap karbon dioksida.

Beberapa perusahaan swasta bergabung untuk menumpahkan besi ke dalam laut untuk menjual kredit karbon, tetapi para ilmuwan mempertanyakan seberapa efektifkah penyerapan karbon. Beberapa kelompok pecinta lingkungan juga memperingatkan bahwa besi dapat melukai ekosistem lokal.




3. Terus gerakkan dan campurkan lautan

Ahli lingkungan dan pakar masa depan James Lovelock, pencipta hipotesa Gaia, membuat skema yang lucu dalam mengatasi pemanasan global. Ide lovelock adalah menggunakan pipa untuk menstimulasi bercampurnya lautan-lautan di dunia, sampai ke kedalaman, air kaya nutrsi akan memberi makan kumpulan ganggang yang akan mengisap karbon dioksida dari atmosfir dan tenggelam bersama ganggang ke dasar lautan ketika mati. Tetapi metode ini hanya bersifat sementara, karena pemanasan akan terus terjadi.




4. Mengisi udara dengan belerang

Beberapa tipe aerosol atau penyegar udara, partikel-partikel kecil akan terperangkap di udara dan mengakibatkan efek pendinginan di atmosfir. Partikel-partikel ini akan menghalangi beberapa radiasi panas matahari dan menghamburkannya kembali ke angkasa.

Efek pendinginan pada iklim bumi biasanya dapat terlihat setelah letusan gunung berapi, yang mana memuntahkan berjuta-juta ton belerang ke dalam atmosfir. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa untuk mentetralkan pemanasan global, kita dapat meniru perilaku alam dengan menginjeksikan belerang ke dalam atmosfir. Satu masalah yang akan muncul adalah rencana ini akan mengakibatkan hujan asam.



5. Biarkan cacing berada di dapur

Cacing dapat berguna dengan meletakkan mereka ke dalam sampah organik yang selanjutnya berubah menjadi kompos.




6. Rubah pola makan

Jika orang Amerika banyak berjalan dan menghindari makan daging merah, kita dapat menurunkan emisi karbon dioksida dan menyerang epidemi kegemukan. Seorang ilmuwan telah menghitung bahwa jika semua orang Amerika berusia antara 10 sampai 74 tahun berjalan kaki setengah jam sehari sebagai pengganti naik mobil, maka itu akan memotong emisi karbon dioksida sebanyak 64 juta ton (dan juga beberapa kilogram berat tubuh).

Badan pangan PBB, Food and Agriculture Organization melaporkan bahwa industri daging merah bertanggung jawab atas 18% dari emisi gas, melalui penggunaan pupuk buatan, pupuk kandang dan energi yang diperlukan untuk transportasi pakan ternak dan daging merah.




7. Mengubur gas karbon

Ketika kita terus memanasi bumi dengan karbon dioksida, beberapa ilmuwan mengusulkan untuk menarik gas karbon dioksida yang berlebih dan menyimpannya ke suatu tempat, mungkin di bawah tanah, lapisan batu bara atau ladang gas dan minyak yang sudah kosong.

Untuk melakukannya, karbon dioksida harus di pisahkan dari pabrik, di kompresi dan di injeksikan ke bawah tanah, yang mana akan bertahan selama ribuan tahun. Masih terdapat beberapa pertanyaan mengenai biaya penyedotan karbon dioksida dari pabrik, dan masalah lingkungan terhadap bocornya gas dari dalam tanah.




8. Hidup dengan sampah

Ini bukan berarti anda harus berhenti membuang sampah setiap minggu dan memulai hidup di lautan tisu dan pembungkus makanan. Seorang ahli teknik dari University of Leeds di Inggris telah membuat material bangunan dari bahan limbah (seperti kaca daur ulang, abu bekas pembakaran).

Bitublocks ini dapat digunakan untuk membangun rumah. Selain itu dalam pembuatannya juga memakan energi lebih sedikit dibandingkan dengan pembuatan batako. Ilmuwan lain juga telah mengajukan proposal penggunaan material limbah dari peternakan unggas, seperti bulu ayam untuk membuat plastik ramah lingkungan.



9. Memotong emisi gas

Proposal untuk merubah polusi yang dihasilkan oleh pembangkit energi, membatasi jumlah karbon dioksida pada bisnis, industri atau negara, atau pengenaan pajak terhadap emisi gas akan membawa emisi ke level yang lebih rendah secara menyeluruh, dan banyak negara telah menandatangani secara sukarela janji untuk memotong emisi pada Protokol Kyoto. Beberapa negara bagian, terutama California, telah mendorong suatu regulasi untuk mengatasi karbon dioksida.


10. Membatasi penggunaan kantong plastik dan lampu pijar

Ini mungkin terdengar seperti keputusan yang terburu-buru, tetapi San Francisco, Cina dan Australia semua sudah menerapkannya. Cina menginginkan membersihkan negaranya dari "polusi putih" -- kantong-kantong plastik yang menyumbat jalan dan pembuangan air.

Australia berharap memotong emisi gas rumah kaca dan menurunkan tagihan listrik rumah tangga dengan menghapus secara bertahap pemakaian lampu pijar. Beberapa ukuran telah meraih momentum-nya dalam tahun terakhir dengan campur tangan pemerintah dalam melawan sampah plastik dan lampu yang tidak efisien.

Tetapi sebelum anda khawatir mengenai bagaimana anda membawa barang grosir anda, terdapat beberapa alternatif seperti: kantong kertas daur ulang dan lampu neon yang lebih efisien.

Selasa, 28 Juli 2009

BADAI MATAHARI....


Badai Matahari Pernah Terjadi pada 1 September 1859
radhite
Uncategorized
1066 views

Pada pagi hari,tepatnya 1 September 1859, salah seorang astronom terkenal di Inggris Richard Carrington tengah mengamati matahari. Dengan menggunakan alat filter, dia mempelajari permukaan matahari melalui teleskopnya. Namun, dia begitu terperanjat saat mengetahui ada kilatan cahaya terang keluar dari permukaan matahari. Tanpa diketahuinya, pada hari itu telah terjadi badai matahari yang diprediksikan dunia akan terulang kembali pada 1 September 2012. Melansir pemberitaan Daily Mail, dikisahkan Carrington mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi. Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa. Miliaran aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga membuat kita mampu membaca di tengah malam. Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah pagi hari. Padahal jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat itu dunia seakan-akan bermandikan listrik. Menurut laporan “New Scientist�, badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari. Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina�, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya. Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menjelaskan, “Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana ini. Jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri dengan matang terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air.